This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, August 10, 2012

Cara-Cara Menghilangkan Jerawat di Wajah

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami 
Ada banyak cara menghilangkan jerawat yang tentnya banyak beredar di internet, masalah ataupun dari sumber lainnya, namun kali ini goceng blog mencoba memberikan yang special buat sobat yaitu menggunakan daun pepaya dan lobak:

1) Ambilah 2-3 helai daun pepaya yang sudah tua dan kemudian dijemur Selanjutnya daun pepaya tersebut dilumatkan dan diberi air secukupnya, kemudian diperas guna diambil sarinya. Dan oleskan sari daun pepaya tersebut pada jerawat. 

2) Cucilah lobak secukupnya, kemudian lobak tersebut diparut dan diambil airnya. Tambahkan sedikit cuka apel dan aduk hingga rata. Selanjutnya oleskan pada jerawat. Setelah kering, bersihkan wajah dengan air yang bersih. Lakukan secara rutin hingga jerawat sobat hilang. 
Cara Ampuh Mengobati Jerawat dengan Obat-obatan Anti Jerawat
Cara kedua ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis sendiri. Dahulu penulis termasuk orang jerawatan, namun jerawat tersebut berangsur-angsur hilang sampai pada akhirnya hilang sama sekali dari kulit wajah sampai sekarang setelah menggunakan cara berikut: 
§  Usahakan kulit tetap bersih dengan menggunakan pembersih wajah dari ekstrak buah mentimun
§  Hindari larangan-larangan yang tertera pada tips diatas
§  Gunakan obat jerawat La Tulipe Acne Series pada malam hari sebelum tidur.
§  Lakukan secara rutin dan tetap menjaga kulit wajah dari larangan-larangan diatas sampai jerawat benar benar hilang.
Cara Merawat Wajah Berjerawat
Untuk menghindari agar jerawat tidak bertambah banyak, penderita jerawat harus benar-benar komitmen melaksanakan tips merawat wajah berjerawat berikut ini:
§  Jangan terlalu sering menyentuh atau memegang bagian jerawat karena tangan adalah bagian tubuh yang penuh dengan bakteri. Sering menyentuh jerawat dapat mengakibatkan jerawat tumbuh subur. Walau berat, cobalah menghindari hasrat untuk menyentuh wajah.
§  Jangan memecah jerawat, apalagi keadaan jerawat masih baru tumbuh, karena hal ini dapat menyebabkan peradangan kulit dan menyebabkan noda hitam bekas jerawat.
§  Usahakan untuk selalau menjaga agar kulit wajah selalu bersih dari kotoran, baik pagi, sore, dan malam hari yang cocok dengan kondisi kulit.
§  Hindari pemakaian bahan perias wajah atau kosmetik sebelum tidur.

Pengertian dan Sifat-Sifat Fungi (Jamur)





Pengertian dan Sifat-Sifat Fungi (Jamur) - Ilmu Biologi mempelajari segala hal yang berkaitan dengan makhluk hidup di bumi, tak terkecuali Jamur, pembahasan kali ini akan membahas tentang Jamur (Fungi).

Fungi (jamur) 
Fungi (jamur) memiliki nama daerah antara lain adalah : cendawan, lapuk, kulat, kapang. Ilmu khusus mempelajari tentang jamur dinamakan Mikologi

Sifat – sifat Fungi (Jamur)
Fungi / jamur memiliki sifat – sifat antara lain :
Ø Tubuh tersusun atas banyak sel (multiseluler), tetapi ada pula yang tersusun atas satu sel (uniseluler), contoh saccharomyces.
Ø Selnya berbentuk memanjang, tipe eukariotik, dinding sel umumnya dari zat khitin dan hanya sebagian kecil memiliki dinding sel dari selulosa, serta tidak berklorofil.
Ø Bentuk tubuh yang bersel banyak (multiseluler) berupa benang / hifa. Hifa yang bercabang-cabang disebut miselium. Hifa tersebut ada yang bersekat dan ada yang tidak bersekat.
Ø Reproduksi dapat terjadi secara vegetatif (aseksual) dan secara generatif (seksual)
Pada pembiakan vegetatif (aseksual), missal dengan :
a. Pembentukkan spora aseksual
b. Pembelajan tubuh atau bertunas
c. Fragmentasi hifa (pemisahan dari hifa)
Pada pembiakan generatif (seksual), yaitu dengan persatuan dua buah gamet.
Ø Memiliki daur keturunan diploid (2n) yang singkat
Ø Cara hidup sebagai heterotof (hidup tergantung pada makhluk lain atau makanan yang diserab dari lingkungan berupa zat organic.
Berdasarkan keadaan makhluk yang diperlukan sebagai sumber zat organic, dapat dikelompokkan menjadi :
    a. Parasit, bila makhluknya masih hidup
    b. Saprofitik bila makhluknya sudah mati
Ø Habitat, tempat yang berair, lembab, gelap, redup.

Pengertian dan Sifat-Sifat Fungi (Jamur), untuk lebih lengkapnya bisa kalian lihat di materi referensi biologi.

Thursday, August 9, 2012

Cara Belajar yang Baik Efektif dan Efisien




Cara Belajar yang Baik Efektif dan Efisien - Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Cara Belajar yang Baik Efektif dan Efisien. Ada beberapa hal yang harus anda patuhi sebelum menerapkan Cara Belajar yang Baik Efektif dan Efisien ini, yaitu :
·   Niat yang tulus dari hati nurani anda sangat dibutuhkan sebelum menerapkan cara ini, karena tanpa niat yang tulus, kemungkinan kecil cara belajar ini akan berhasil.
·     Yakin dan percaya diri bahwa sebelum dan sesudah menerapkan cara ini anda akan lebih mudah dalam mempelajari suatu materi pelajaran dengan baik, efektif, dan efisien.
·     Fokus dan konsentrasi adalah hal yang harus anda lakukan saat menerapkan cara belajar ini, karena jika anda tidak fokus dan konsentrasi, maka sangat sulit untuk memahami suatu materi pelajaran.
Nah, jika anda sudah memenuhi syarat-syarat tersebut di atas, maka simaklah penjelasan saya tentang Cara Belajar yang Baik Efektif dan Efisien berikut ini:

  1. 1. Pertama kali yang harus anda lakukan adalah menyiapkan sebuah buku yang berisi tentang materi pelajaran yang ingin dipelajari. Selain buku, mungkin ada juga ringkasan materi yang anda buat sendiri, atau hal lain yang berisikan materi yang ingin dipelajari.
    2.   Jika sudah, maka pelajarilah materi-materi yang ada didalamnya, sedikit demi sedikit, dari materi satu ke materi yang lain, dan lakukan pemahaman materi ini selama 20 menit.
    3.   Jika sudah, maka berhentilah sejenak untuk istirahat guna menenangkan pikiran. Sebaiknya istirahat ini jangan lama-lama, cukup 5-10 menit saja. Ingat, istirahat yang dilakukan tidak boleh sambil mengerjakan hal-hal lain yang tidak penting seperti membaca SMS teman, Facebook-an, Twitter-an, dll. Disinilah fokus dan konsentrasi sangat dibutuhkan. Sangat dianjurkan pada saat istirahat, anda tenangkan pikiran anda dahulu seperti memperhatikan detikan jarum jam, atau hal lain yang membutuhkan dan memancing perasaan kita untuk fokus dan konsentrasi.
    4.   Nah, jika anda sudah beristirahat dan menenangkan pikiran, saatnya anda untuk mengulang kembali materi-materi yang telah dipelajari dan dipahami selama 15 menit, setelah itu istirahat lagi selama 5-10 menit.
    5.   Setelah itu, anda harus mengulang kembali materi yang telah anda pelajari dan anda pahami selama 10 menit. Nah, disini anda sudah mempelajari materi-materi sebanyak 3 (tiga) kali dengan waktu pertama 20 menit, kedua 15 menit, dan ketiga 10 menit dengan istirahat selama 5-10 menit setiap selesai mempelajari dan memahami suatu materi. Dengan demikian, anda sudah belajar memahami suatu materi pelajaran yang sudah diciptakan oleh pakar otak dunia yaitu Tony Buzan.

Monday, August 6, 2012

Penjelasan Tingkatan Taksonomi Biologi




Penjelasan Tingkatan Taksonomi Biologi - Dalam biologi modern, terdapat tingkatan yang disebut taksonomi. Menurut Wikipidea Taksonomi dapat diartikan sebagai pengelompokan suatu hal berdasarkan hierarki (tingkatan) tertentu:
1. Regnum/Kingdom (Dunia/Kerajaan)
2.Divisio/Phyllum(Tumbuhan/Hewan)
    • Divisio: Divisi, digunakan untuk tumbuhan
    • Phyllum: Filum, digunakan untuk hewan.
3.Classis (Kelas)
4.Ordo (Bangsa)
5. Familia (Suku)
6.Genus (Marga)
7. Species (Jenis)
  
Kingdom/Regnum (Kerajaan/Dunia)
Tingkatan ini merupakan yang paling puncak. Jumlah kingdom tergantung pada ilmuwan yang menggunakannya. Ada yang 2, 3, 4, 5 dan 6. Keenam kingdom tersebut adalah Animalia, Plantae, Monera, Protista, Fungi dan Virus. Tapi kebanyakan sumber di Internet menggunakan 2 Kingdom(Plantae dan Animalia).
Dalam melakukan pengelompokkan organisme dimulai dengan tingkatan takson yang paling atas(Kingdom). Kemudian dirunut terus ke bawah. Jika pada tingkat takson tertentu tidak atau belum ada yang memenuhi ciri-ciri yang ada, bisa dibuatkan nama/kelompok yang baru, biasanya sangat bawah sekali (mungkin antara Genus dan Famili).
Dalam beberapa kasus, ditemukan adanya sub-sub pada tingkat takson tertentu. Biasanya, Sub-Phyllum, Sub-Classis, dan Sub-Ordo. Hal ini muncul karena pada setelah suatu tingkat(misal, Phyllum) sekelompok organisme memiliki kesamaan ciri tertentu yang tidak masuk dalam tingkat takson dibawahnya tapi sebagian dari kelompok tersebut masih memiliki kesamaan juga dengan tingkat takson di bawah Phyllum tadi. Istilah singkatnya perpanjangan pada salah satu tingkat takson.
Misalnya saja Phyllum Chordata dibagi menjadi Sub-Phyllum
1.    Sub Filum Hemichordata
2.   Sub Filum Urochordata
3.   Sub Filum Cephalochordata
4.   Sub Filum Vertebrata
Sub Phyllum Vertebrata dibagi lagi(tidak dimasukkan dalam tingkatan takson) berdasarkan alat gerak ketika dewasa. Pisces dan Tetrapoda.

Phyllum/Divisio (Filum/Divisi)
Pada tingkat takson ini ada sedikit pengecualian. Untuk organisme yang mirip sekali dengan hewan, maka menggunakan Phyllum. Sedangkan untuk organisme yang sangat mirip dengan tumbuhan menggunakan Divisio.

Classis/Class (Kelas)
Class ini lebih tinggi daripada Ordo, contoh nama Class yaitu sebagai berikut: 
Monocotyledoneae(Liliopsida)
Dicotyledoneae(Magnoliopsida)
Mammalia
Amphibia
Reptile
Aves. 
Umumnya nama kelas untuk tumbuhan diakhiri dengan "~eae" sama dengan Familia, tapi ngga usah kawatir. Jumlah Class lebih sedikit dari pada jumlah Familia

Ordo (Bangsa)
Ordo merupakan kumpulan dari Familia. Contoh Ordo, Carnivora, Poales, Primata. Umumnya nama Ordo diakhiri dengan "~es" untuk tumbuhan, sedangakan untuk hewan kebanyakan tidak beraturan.

Familia (Suku)
Diatas Genus ada Familia, suku biasanya digolongkan berdasarkan bentuk tubuh. Contoh Familia, Gramineae, Palmae, Moraceae, Canidae, Zingiberacae. Umumnya nama dalam Familia diakhiri dengan "~ae".

Genus (Marga)
Berada satu tingkat diatas spesies, genus terdiri atas beberapa spesies yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama. Contoh, kucing dan harimau masuk dalam satu genus(Felis) karena kesamaannya dalam hal bentuk muka.

Species (Spesies)
Merupakan tingkatan takson yang paling rendah. Kadang kala ada kebingungan antara nama spesies dan spesies. Organisme dapat dikatakan dalam satu spesies, jika dia dikawinkan dengan sesamanya dapat menghasilkan keturunan. Dan keturunannya tersebut dapat menghasilkan keturunan lagi. Fertil-lah istilahnya. Jadi antara ayam hutan dan ayam kampung memang bisa kawin dan menghasilkan keturunan, tapi keturunannya itu tidak subur dan tidak akan menghasilkan keturunan.
Walau dikata spesies/spesifikasi merupakan tingkat takson yang paling rendah, masih bisa dibagi lagi menjadi ras atau varietas, tentunya apabila spesies tersebut memiliki banyak variasi. 

Jika ada pertanyaan seputar posting mengenai Penjelasan Tingkatan Taksonomi Biologi silahkan tuangkan pertanyaan kamu di kotak komentar.


Saturday, August 4, 2012

Rumus Volume Limas Segi Empat


Bagi teman-teman pelajar, dalam matematika pastinya akan dipelajarai materi mengenai bangun ruang, salahsatu bangun ruang adalah Limas Segi empat, rumus mencarai volumenya sebagai berikut:
Volume Limas Segi empat 
V = \frac{1}{3}\cdot Luas Alas \cdot t





Untuk menentukan tinginya kamu bisa menggunakan teorema phytagoras, yaitu : kuadrat panjang sisi samping - 1/2 sisi segi empat.